Selasa, 11 Agustus 2009

PROGRAM RAMADHAN


BUKA DESA (Buka Puasa Di Pelosok Desa)

“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun”
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)

Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim sedunia karena kesempatan untuk mendulang pahala yang berlipat ganda terhampar di depan mata. Selain pahala berlipat yang diberikan untuk ibadah yang bersifat vertical, ibadah yang bersifat horisontalpun mendapat keistimewaan yang sama, bayangkan hanya dengan memberikan ifthor bagi orang yang berpuasa saja, maka pahala yang akan didapat serupa dengan pahala orang yang berpuasa tersebut.
Bulan Ramadhan juga merupakan bulan penuh dengan ibroh, gambaran orang yang berpuasa adalah ikut merasakan penderitaan kaum dhuafa yang terkadang harus ‘berpuasa’ untuk beberapa hari karena tiadanya kemampuan. Hal tersebut harusnya juga dapat memberikan multiple effect terhadap perkembangan kepedulian sosial umat muslim yang lebih mampu, dengan cara menghayati betul makna puasa secara mendalam.
Maka dari itu YKSU dengan harapan yang tinggi berusaha untuk memberikan wadah kepedulian tersebut dengan mengajak umat muslim yang mampu untuk berbagi dengan dhuafa. Program buka puasa bersama dhuafa kembali kami gelar untuk mengimplementasikan kepedulian di atas. Program ini sama seperti tahun sebelumnya, yakni kegiatan buka puasa bersama dengan dhuafa di kantong-kantong pemukiman muslim di pelosok Bali.
Melalui program ini diharapkan akan menambah syiar kepedulian di bulan Ramadhan sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah umat di Bali secara umum dan di lokasi buka puasa pada khususnya. (abu fida)

Adapun penjelasan untuk kegiatan ini adalah sebagai berikut :
BUKA DESA
Tujuan : Selain untuk menghidupkan suasana desa di bulan Ramadhan, kegiatan ini dimaksudkan agar perhatian kita juga tercurahkan untuk penduduk desa yang hidupnya jauh dari keramaian kota. Fokus kami adalah desa yang kondisi ekonominya masih membutuhkan bantuan.
Lokasi pelaksanaan : Singaraja, Gianyar, Karangasem, Tabanan
Jumlah peserta : 250 orang / lokasi = 1000 orang untuk seluruh lokasi
Anggaran : - Konsumsi buka puasa : 4 desa x 250 orang x Rp. 10.000,- = Rp. 10.000.000,-
  - Transportasi ustadz : 4 x Rp. 100.000,- = Rp. 400.000,-
  - Total Anggaran = Rp. 10.400.000,-
Partsipasi :
Anda dapat berpartisipasi dalam program ini dengan menyalurkan donasi berupa infaq dan shodaqoh. Adapun nilai untuk satu paket buka puasa adalah Rp. 10.000,-/orang.
Infaq anda dapat disalurkan melalui rekening LAZ YKSU : 
 
Bank Syariah Mandiri : 0850015339
 Bank Muamalat : 751.02693.22
 Bank BNI : 034.001231418.001
 Bank BCA : 0401744711
 Bank Mandiri : 145-0002182877

Cantumkan kode 050 pada tiga digit terakhir donasi anda sebagai identifikasi jenis donasi. Misal donasi Rp. 500.000,- menjadi Rp. 500.050,-. Atau konfirmasikan melalui email setelah anda transfer.
Laporan kegiatan dan keuangan akan kami laporkan seusai jalannya program. (Div. Pengembangan & Media LAZ YKSU)

Jumat, 12 Juni 2009

Gamaras, Keracunan Air Ketuban


DIBERI NAMA OBAT YANG TERMAHAL

Sungguh bahagia rasanya jika sepasang suami istri dikaruniai seorang momongan. Demikianlah yang dirasakan Sukma Inayah Putri (20 th) dan Moch. Syarof (27 th), pasangan muda ini diberikan amanah seorang bayi laki-laki yang lucu, Rasya Gamaras Fii Sabilillah, nama pemberian kedua orang uanya. Namun di balik kebahagiaan itu tersimpan segudang gundah gulana di hati, manakala melihat surat tagihan dari RSUP Sanglah yang nilainya sangat fantastis bagi keluarga kecil ini, Rp. 25.070.300,-.

Deretan angka senilai gaji anggota dewan itu adalah biaya perawatan yang harus ditebus lantaran si orok sempat keracunan air ketuban ketika proses kelahiran, “Dari jam satu malam sampai jam enam sore keesokan harinya proses kelahiran anak saya,” kisah Sukma. Karena keracunan ketuban yang cukup lama, mengharuskan bayi mungil ini dirawat di IRD Bayi RSUP Sanglah. Ketika itu biaya tak terpikirkan, yang penting adalah keselamatan sang bayi.
Tidak cukup itu, bayi pasangan yang tinggal di Jl. Raya Kesambi Gg. Kesambi Indah, Kerobokan, Kuta, ini ternyata tidak memiliki sel darah putih, “Jadi banyak darahnya yang menggumpal terlihat di beberapa bagian tubuhnya,” imbuh Sukma. Akhirnya terapi obat pun dilakukan, Gamaras demikian nama obat terapi tersebut yang akhirnya menjadi nama tengah anak pertama Sukma dan Syarof.
“Gamaras itu obat yang paling mahal saat perawatan anak saya,” ujarnya penuh ironi. Kini Gamaras sudah mulai membaik, namun masih ada sedikit penggumpalan di pergelangan tangan sebelah kanannya. Untuk sementara LAZ YKSU dari dana donatur hanya bisa membantu meringankan beban biaya keluarga ini, sisanya BPKB motor Syarof terpaksa dijaminkan di RS serta tabungan keduanya yang ternyata belum mencukupi juga. Untuk informasi dan bantuan dapat menghubungi LAZ YKSU.(abufida)

Program Benah Desa LAZ YKSU


SENDERAN CEGAH LONGSOR
Tanah terjal dengan kemiringan hampir empat puluh lima derajat adalah salah satu pemandangan yang dapat kita jumpai di Dusun Candikuning II, Kabupaten Tabanan, Bali. Memang dusun ini terletak di kawasan pegunungan yang indah, namun di beberapa tempat kondisi tanahnya labil hingga rawan longsor.
Lebih miris lagi di atas salah satu lokasi tanah yang miring tersebut baru saja berdiri sebuah Madrasah Aliyah. Madrasah ini adalah satu-satunya madrasah tingkat atas yang ada di dusun berpenduduk mayoritas muslim tersebut. Jika hujan deras turun, maka tanah di sekitar madrasah akan tergerus air hujan, sehingga beberapa bagian tebing ikut terbawa longsor.
Untuk menghindari semakin parahnya kondisi tanah di sekitar madrasah dan meminimalisir kerusakan bangunan, maka LAZ YKSU melalui program benah desanya membantu pembangunan senderan untuk mencegah pengikisan tanah. Dana sebesar lima juta rupiah diserahkan kepada kepala dusun / Kelian Ds. Candikuning, Chairil Anwar. “Alhamdulillah pembangunan segera kami lakukan begitu dana dari LAZ YKSU ini turun,” ujar tokoh muslim muda di desanya ini.
Kami berharap program benah desa mendapat dukungan dari donatur hingga dapat menjangkau pelosok-pelosok Bali. Lewat program ini pula telah terbantu perbaikan jalan menuju masjid yang rusak di Gianyar, pembangunan pagar sebuah masjid di Karangasem, dan di lokasi pelosok Bali lainnya. Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur. Kami tunggu partisipasi Anda dalam program-program pemberdayaan lainnya. (abufida)

Program Pendidikan

SEKOLAH BELUM GRATIS
Setidaknya bagi Irna Irhamnah, siswa kelas II SMA PGRI I Denpasar. Pada saat ujian akhir semester lalu dia tidak diperbolehkan ikut ujian, “Alasannya karena masih menunggak SPP selama delapan bulan sebesar Rp. 1.400.000,-,” ujar Jamilah, sang ibu yang juga seorang muallaf. Pendapatan M. Ridwan, sang kepala keluarga sebagai sopir tidaklah cukup untuk menutupinya.
Dengan mata berkaca-kaca, Jamilah mengisahkan usahanya untuk menutupi biaya pendidikan anak tersayangnya, “Saya hutang di tetangga dapat empat ratus ribu,” kisahnya. Namun dengan sejumlah itu Irna hanya diperbolehkan ikut ujian susulan satu hari saja, itu artinya ujiannya juga dicicil!!
Dengan penjelasan apapun, pihak sekolah tetap dengan pendiriannya semula. Inilah potret pendidikan bagi orang yang tidak mampu, selalu terbentur dengan biaya yang bisa dibilang tidak sedikit. LAZ YKSU mencoba meringankan beban keluarga ini dengan memberikan santunan pendidikan kepada Irna.
Sebenarnya tidak hanya Irna yang mengalami nasib seperti ini, LAZ YKSU setiap bulannya selalu menerima permohonan bantuan sejenis, apalagi pada setiap musim ujian dan pendaftaran siswa baru. Kami berharap partisipasi anda sekalian untuk meringankan keluarga-keluarga ini dari beban biaya pendidikan yang cukup tinggi. Bantulah mereka melalui zakat dan shodaqoh anda. Partisipasi OTA hubungi 232692. (abufida)

Senin, 25 Mei 2009

LAZ YKSU BANTU OPERASI PEMUDA DENGAN TUMOR SINUNASAL


Bermula pada suatu pagi bulan Ramadhan 1429 H yang lalu, Nurmiadi bangun seperti biasanya, hanya ada satu yang tidak biasa yaitu matanya yang terlihat membengkak. Dianggap hanya bengkak biasa maka waktupun berlalu begitu saja. Tak beberapa lama kemudian pemuda 21 tahun ini mengalami pilek yang tak berkesudahan, hidungnya mampet susah untuk bernafas, obat pengusir pilek yang dibelinya dari warung belum dapat meredakan.

Puncaknya, ketika Nurmiadi sedang berwudlu tiba-tiba dari hidungnya mengucur deras darah segar yang sulit dihentikan, segera dibawa ke dokter dan dokterpun belum bisa memberikan diagnosa pasti. Nurmiadi pulang dengan dibekali obat semprot yang digunakan untuk membersihkan hidung dari darah yang keluar.

 “Lama kelamaan kok hidung ini rasanya mampet dan mata saya semakin bengkak,” keluh warga Desa Air Kuning kecamatan Negara kabupaten Jembrana, Bali ini. Untuk mendapatkan kepastian akhirnya pemuda berperawakan putih ini di bawa ke Denpasar –kurang lebih 3 jam dari desanya-. Dr. Cekek, spesialis THT memfonis Polip dan menyarankan untuk operasi di RSUP Sanglah. Namun karena ketiadaan biaya, selama hampir tiga bulan keluarga Nurmiadi tidak melakukan apa-apa, selain memberikan obat dari dokter.
 Terdesak oleh rasa iba dan berpacu dengan penyakit yang semakin menjalar, keluarga ini akhirnya mengusahakan surat miskin untuk pengobatan, apa daya permohonan di pemerintah kabupaten Jembrana ditolak. Akhirnya dengan tekad yang menggunung, mereka memberanikan diri untuk membawa Nurmiadi berobat di RSUP Sanglah dengan status pasien umum. Dengan dihantui biaya yang mahal, prosedur pengobatan diikuti dengan seksama, mulai dari tes laboratorium, CT Scan, rontgen dan lain-lain. Tindakan medis yang tidak murah tentunya. Hasilnya, Tumor Sinunasal adalah penyebab mata bengkak dan hidung mampet Nurmiadi. Selama bolak-balik pemeriksaan Nurmiadi terpaksa menginap di Masjid Ukhuwwah.

 Selama proses pengobatan, sang kakak, Nur Halim berusaha mencari dana untuk menutupi biaya pengobatan dan rencana operasi dan Alhamdulillah LAZ YKSU melalui dana dari para donatur sekalian dapat sedikit meringankan beban keluarga ini. Akhirnya, operasipun dilakukan, hasilnya segenggam daging tumor dalam bentuk potongan-potongan kecil diangkat dari rongga hidung Nurmiadi. 

Saat kru YKSU berkunjung ke sal Kamboja RSUP Sanglah –Sal yang penuh memori dengan Pak Tri Cahyono- tampak bengkak di pipi dan hidung sudah mulai mengecil, hanya mata yang masih sedikit diluar ukuran normal, “Tumor sudah dibawa ke laboratorium untuk di cek, hasilnya belum ketahuan,” ujar Nurmiadi sambil mengisahkan tentang Tumor Sinunasal yang dideritanya.
Bagaimana LAZ YKSU Menemukan Nurmiadi
 Takdir Allah memang di luar dugaan manusia, kami menemukan kasus tumor Nurmiadi -pemuda yang gagal menikah karena keluarga si gadis mengetahui penyakitnya- ini tepat sehari setelah Pak Tri Cahyono meninggal dunia, bahkan mungkin belum ada 24 jam. Begini kisahnya. Kami kembali dari mengantar Pak Tri pagi hari sekitar jam 07.00 Wita. Turun dari ambulan masjid Ukhuwwah sambil membawa tabung oksigen kami menuju ke kantor LAZ YKSU. Di selasar masjid kami bertemu dengan petugas kebersihan masjid, Nur Halim, yang sedang beristirahat, saling tegur sapa hingga kami mengisahkan perjalanan yang baru saja kami lakukan, yaitu mengantar Pak Tri, pasien kanker sinunasal ke kampung halamannya meskipun akhinya Pak Tri ditakdirkan untuk meninggal dunia. Mendengar kisah itu, Nur Halim tersentak kaget dan langsung mengisahkan tentang penderitaan adiknya yang menderita pembengkakan di sekitar hidung dan mata, persis dengan awal penyakit Pak Tri.

 Kamipun tidak kalah kaget, ditambah ketika mendengar bahwa sudah dua bulanan tidak dilakukan tindakan apapun. Akhirnya menanggapi permasalahan keluarga yang tidak memiliki biaya yang cukup, kami menyarankan untuk mencari surat miskin di daerahnya, meskipun akhirnya gagal setidaknya sudah diusahakan. Kemudian kami mendesak supaya segera di bawa ke RSUP Sanglah, soal biaya kami sampaikan akan mengusahakan. Ditambah usaha keluarga, Insya Allah akan tertutupi.

Akhirnya, semangat Nur Halim kembali menyala untuk melanjutkan pengobatan adiknya, dengan terus berkonsultasi dengan LAZ YKSU tentang berbagai hal, terutama prosedur-prosedur di RSUP Sanglah akhirnya sang adik dapat dioperasi.

 Kini, tinggal menunggu hasil tes laboratorium. Apakah tumornya masih ada kemungkinan untuk tumbuh atau sudah hilang sama sekali. Kami terus memantau perkembangan Nurmaidi. Masih ingat dalam memori, bagaimana Pak Tri Cahyono yang semula hanya keluhan mimisan dan bengkak di hidung. Bahkan dengan operasi dua kali dan sempat dikira sembuh serta beraktivitas normal, namun karena tumor terus tumbuh akhirnya statusnya menjadi KANKER. Kami berdo'a kasus Pak Tri tidak terulang. Mohon do’a dan dukungannya. (abu fida/laz_yksu)

Selasa, 05 Mei 2009

Pasien Kanker Hidung Tri Cahyono


SECARIK SURAT DARI KELUARGA TRI CAHYONO
ANDA mungkin sudah membaca atau bahkan masih menyimpan bulletin Ukhuwwah edisi bulan Maret lalu. Di rubrik sentuh kami menulis cerita duka Tri Cahyono yang diserang kanker di bagian hidungnya. 
Di edisi ini kami ingin berbagi kabar duka, bahwa Tri Cahyono akhirnya dipanggil Sang Khalik saat dalam perjalanan pulang ke Jember, Sabtu 18 April 2009. Kita memang hanya bisa berusaha, Allah jualah yang menentukan. Donasi yang terkumpul dari tangan-tangan pembaca budiman mencapai Rp 7.450.000, ditambah pada tanggal 1 Mei 2009 masuk lagi donasi sejumlah Rp. 1 juta sehingga total berjumlah Rp. 8.450.000,-. Dari jumlah tersebut, Rp 7.050.000, sudah kami gunakan untuk pengobatan Tri Cahyono selama dirawat di RS Sanglah, sementara sisanya, Rp 1.400.000, akan kami serahkan kepada Ibu Darwati, rencananya akan kami arahkan untuk modal kerja. Tentunya kami harus mensupport Ibu Darwati agar asanya kembali tumbuh seiring dengan perjalanan hidupnya yang masih panjang. Semoga amal baik Anda mendapat balasan setimpal dari Allah. Tentu saja YKSU mengucapkan beribu terima kasih kepada Anda, pembaca dermawan.

Senin, 27 April kemarin, kami menerima surat dari keluarga Pak Tri di Surabaya, isinya ucapan terima kasih untuk Anda, para donatur. Berikut isi lengkap surat tersebut :


Ucapan Terima Kasih
Kepada Yth. Bapak Pimpinan Yayasan Kesejahteraan Sosial Ukhuwwah
Di Jl. Kalimantan no. 19 Denpasar-Bali
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kami keluarga besar Bapak Kasmad di Surabaya orang tua dari TRI CAHYONO (Alm) mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pimpinan, pengurus yayasan dan bapak para Dermawan yayasan atas bantuan dana, sumbang piker dan fasilitas yang diberikan kepada anak saya selama masa pengobatan di RS Sanglah Denpasar Bali sampai dengan pengantara pulang ke Jember, walau pada saat dalam perjalanan meninggal dunia. Permohonan maaf kami sampaiakan keluarga dari anak kami TRI CAHYONO (Alm) apabila ada kesalahan yang diperbuat baik sengaja maupun tidak sengaja Almarhum dengan pihak yayasan mohon dimaafkan.
Yth Bapak para Dermawan Yayasan sumbangan bapak sangat berarti bagi rakyat miskin seperti kami mudah-mudahah amal baik bapak berupa zakat, infak, shodaqoh yang bapak berikan kepada yayasan ini dan disalurkan kepada keluarga kami semoga dapat imbalan yang setimpal, ditambah rejekinya dan di ridhloi oleh Allah SWT.
Wassalam
Surabaya, 17 April 2009
Orang tua Tri Cahyono alm
Ttd

Kasmad


Seperti janji kami berikut laporan donasi bagi Pengobatan Bp. Tri Cahyono dan penggunaannya :
PEMASUKAN
4/4/09 Ruby Rp. 50.000
6/4/09 Muchsin alkatiri Rp. 300.000
7/4/09 Hamba Allah (Via BCA) Rp. 300.000
8/4/09 Maryantho Rp. 100.000
8/4/09 Siti Rachman Sha (Via BCA) Rp. 100.000
10/4/09 Joko Bakti Rp. 100.000
10/4/09 Hamba Allah Rp. 500.000
13/4/09 Yani Rp. 450.000
14/4/09 Bayu (Hamba Allah) Rp. 500.000
14/4/09 Rp. An. Alm Sulaiman Marecar Rp. 1.000.000
14/4/09 Ika Rp. 50.000
14/4/09 Rahmawati Rp. 50.000
15/4/09 Andi Zulfikar (Via BCA) Rp. 1.000.000
15/4/09 Michel Albert Huka (Via Mandiri) Rp. 50.000
15/4/09 Irfan (Via Mandiri) Rp. 50.000
17/4/09 Hamba Allah (Via Mandiri) Rp. 250.000
17/4/09 Hamba Allah (Via BCA) Rp. 1.500.000
20/4/09 M. Anwar N Rp. 100.000
21/4/09 Amrullah Syahid (B. Sepanjang/Via BCA) Rp. 1.000.000
01/5/09 H. Badrus Rp. 1.000.000
TOTAL Rp. 8.450.000
PENGELUARAN
01/4/09 Pengobatan Rp. 500.000
11/4/09 Pengobatan Rp. 1.067.000
13/4/09 Pengobatan Rp. 577.000
27/4/09 Pengobatan Rp. 4.906.000
TOTAL Rp. 7.050.000
Sisa Rp. 1.400.000 akan kami salurkan untuk modal usaha Ibu Darwati. Insya Allah.
Terimakasih donator sekalian, doa kami untuk anda semua :
“Semoga Allah membalas anda dalam pemberian anda semoga pula memberikan berkah kepada apa-apa yang engkau simpan dan menjadikannya suci bagimu” (Doa bagi orang yang bersedekah / berzakat)
Kunjungi blog kami untuk ikut serta dalam program-program sosial lainnya.
www.zakatukhuwwah.blogspot.com

Senin, 20 April 2009

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un



Pak Tri Berpulang Ketika Bu Darwati di Opname
Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,,, Sesungguhnya semua berasal dari Allah dan kepada-Nya akan kembali.
Sahabat amanah Ukhuwwah, pasien dhuafa penderita tumor, Pak Tri Cahyono telah dipanggil oleh Allah SWT saat dalam perjalanan menuju ke kampung halamannya ketika dijemput oleh keluarga.
Berita terakhir yang kami rilis adalah kondisi Pak Tri yang mulai membaik pasca operasi pembuatan jalan makanan di perut, namun sejatinya hal tersebut tidaklah memberikan efek yang signifikan mengingat penyakit utamanya adalah tumor ganas yang terus tumbuh ketika semua sibuk memulihkan kondisi Pak Tri. Dalam waktu menunggu kondisi Pak Tri pulih inilah pertumbuhan tumor hidungnya sangat cepat, bayangkan hanya dalam waktu satu malam terlihat jelas perbedaan fisik yang terjadi.
Hari Jum’at (17/4) kami dikabari kondisi Pak Tri kritis, kabar tersebut kami terima dari donatur yang langsung datang menyampaikan kepedulian terhadap Pak Tri di rumah sakit, namanya Pak Edy. Kami langsung menuju ke RS untuk mengecek. Ternyata kondisinya memang buruk, nafasnya sudah tersengal-sengal dengan dibantu oksigen. Terlihat beberapa tetangga Bu Darwati sedang membaca do’a di samping Pak Tri. Sementara itu kami mendengar kabar bahwa, paginya Bu Darwati sempat pingsan karena kelelahan, ngantuk, dan tidak banyak makanan yang masuk karena dia tidak mau meninggalkan Pak Tri barang sejenakpun. Kami menkonsultasikan kondisi Pak Tri dengan dokter spesialis tumor yang kebetulan sedang berkunjung, Dr. Eva dan Dr. Ellin. Mereka menyarankan tindakan pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan di otak, namun dengan kondisi psikis yang cukup tertekan ditambah kelelahan yang mendera, Bu Darwati tidak dapat diajak untuk berunding mengenai tindakan medis yang memerlukan persetujuannya.
Akhirnya kami dari pihak YKSU yang diminta untuk meminta persetujuan bu Darwati, Alhamdulillah bu Darwati menyetujuinya meskipun dengan susah payah kami menjelaskannya.
Sampai dengan pukul 10 pagi kami masih di RS, dokter kemudian menyarankan untuk men CT scan otak Pasien guna mengetahui pembengkakan yang terjadi. Namun setelah mempertimbangkan kondisi dan urgenitas tindakan tersebut yang tidak memberikan harapan penyembuhan, bu Darwati menolak tindakan tersebut sambil membisikkan kepasrahannya kepada kami.
Selang beberapa waktu kemudian, bu Darwati terjatuh pingsan kambali. Untuk kali ini pingsan bu Darwati cukup lama sehingga kami membawanya ke ruang Triage RSUP Sanglah untuk perawatan. Darwati sempat siuman dan meronta untuk menunggui Pak Tri, namun pingsan kembali sampai diharuskan opname. Dan yang membuat kami semakin trenyuh, Darwati di opname tidak sekamar dengan Pak Tri, hal ini membuat tetangga-tetangga yang peduli harus bolak-balik untuk mengurusi kedua pasien ini. Akhirnya pembagian tugas dilakukan, tetangga yang perempuan mengurusi Bu darwati dan tetangga yang lelaki menunggui Pak Tri, sebuah kesalehan sosial yang begitu mengharukan. Ada Bu Ida yang memohon ijin suaminya untuk tidak pulang karena kasihan melihat kondisi Bu Darwati dan Pak Tri. Kemudian Pak Mujiono yang harus ijin meninggalkan pekerjaannya dan tidak tidur semalaman karena terpanggil untuk membantu menjaga Pak Tri. Subhanallah. Terimakasih.
Keesokan harinya, Sabtu (18/4), kami ke RS kembali, dan disana sudah menunggu keluarga Pak Tri dari Surabaya. Melihat kondisi Pak Tri, mereka berkeinginan untuk membawa pulang Pak Tri dengan telah mempertimbangkan berbagai resiko yang akan terjadi. Dan dokter juga sudah menyerahkan kondisi Pak Tri kepada keluarga, mereka menjelaskan bahwa Pak Tri sudah sangat parah.
Akhirnya kami mengkonsultasikan hal ini kepada Bu Darwati yang masih tergolek lemas di ruang Lely RSUP Sanglah. Pada awalnya keluarga Pak Tri mengajak serta Bu Darwati dan anak-anak bersama mereka, namun karena alasan pribadi, yang kami tidak dapat ikut campur di dalamnya, Bu Darwati tidak bersedia ikut, dia mamasrahkan perawatan Pak Tri kepada keluarga sambil berpesan agar dia selalu dikabari kondisi Pak Tri selama di Jember nantinya. Keluarga Pak Tri mengungkapkan kepada YKSU bahwa mereka tidak mempunyai dana untuk menyewa ambulan guna membawa Pak Tri. Akhirnya kami dari YKSU menyediakan ambulance gratis serta tabung oksigen yang kami beli khusus untuk Pak Tri.
Sebelum berangkat, urusan administrasi kami selesaikan semua beserta kelengkapan untuk Pak Tri. Teman, tetangga, perawat semua melepas Pak Tri dengan sedih, tentu lebih sedih lagi Bu Darwati yang melepas keberangkatan suaminya dari kursi roda yang didorong teman-temannya. Terlihat anak tertua mereka, Bagus, kelas 5 SD, menangis sesenggukan. Sementara yang kecil masih dititipkan di tetangga kosan mereka. Tidak sedikit pula teman dan tetangga dari keluarga, yang tekenang baik ini, ikut menangis mengiringi keberangkatan Pak Tri.
Kami berangkat diiringi adzan Ashar sabtu sore yang menggema. Kami sempat mampir ke kosan Pak Tri untuk mengambil beberapa barang sekalian berpamitan dengan tetangga yang lain. Tampak anak Pak Tri yang terkecil (3 bulan) sedang digendong oleh salah seorang tetangga, masih terlihat gemuk dan lucu. Sempat hati ini trenyuh membayangkan anak sekecil ini tidak sempat merasakan kasih sayang ayahnya seperti anak-anak yang lainnya.
Perjalanan cukup panjang, di atas kapal penyebrangan Gilimanuk-Ketapang, Pak Tri sempat diberi susu dan obat melalui lubang diperutnya. Kondisinya masih seperti tadi siang, dengan bantuan pernafasan dari selang oksigen yang kami belikan dari dana donatur yang masuk.
Sekitar pukul 21.20 di daerah Glenmore, Banyuwangi, hape tua saya bordering, “Assalamu’alaikum, Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, pak, Pak Tri sudah tidak ada. Kami berterimakasih atas semua bantuannya selama ini terhadap adik saya,” suara serak dengan iringan tangisan ini berasal dari Pak Eko yang duduk di kursi belakang tempat Pak Tri ditidurkan dalam ambulance. Telepon langsung ditutup. Kami menoleh kebelakang, tampak wajah Pak Tri sudah ditutupi kain batik yang dijadikan selimut, sementara sang ibu yang sudah lanjut usia tampak duduk dengan susah payah berusaha mendekat ke tubuh Pak Tri (karena sempitnya ruangan dalam ambulance). 
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, akhirnya Allah lebih menyayangi engkau Pak Tri. Selamat jalan Pak Tri, mudah-mudahan penderitaanmu yang engkau hadapi dengan sabar mensucikan dirimu dihadapan-Nya. Amiin.
Donatur yang budiman, kami mengucapkan terimakasih atas segala kepedulian anda sekalian, baik yang langsung menyalurkannya ke rumah sakit maupun yang melalui YKSU. Semoga amal kebaikan donatur sekalian dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah swt.
Kini kami masih menangani pembiayaan untuk Bu Darwati yang masih tergolek lemah di Ruang Lely RS Sanglah. Kabar terakhir dari Dr. Dewi Pradnyawati, dokter jaga ruang Lely RSUP Sanglah, Bu Darwati mengalani depresi ringan akibat rasa kehilangan yang dalam, dokter jaga belum memperbolehkan Darwati pulang karena khawatir dengan kondisi psikisnya, “Potensi untuk mencelakai diri ada di Bu Darwati,” ujar Dr. Dewi yang menangani kejiwaan pasien di ruang Lely RSUP Sanglah ketika bertemu YKSU, Senin (20/4). Rencananya besok Selasa (21/4) bagian neurologi akan datang memeriksa karena ketika terjatuh pingsan saat mengunggui Pak Tri, Darwati sembat terbentur di bagian belakang kepalanya.
Dengan ini LAZ YKSU mengucapkan banyak terimaksaih kepada seluruh donatur yang telah peduli, dan kami dengan ini menutup penggalian dana untuk pengobatan Pak Tri. Jika ada dana yang masuk yang diperuntukkan untuk pengobatan Pak Tri setelah tanggal 21 April 2009 akan kami gunakan untuk program kemanusiaan lainnya yang akan datang.
Kami berharap anda masih bersedia menerima email-email dari YKSU berikutnya yang berisi beragam kabar dan berita kehidupan diseputar kita.
Laporan keuangan pengobatan Pak Tri dan Bu Darwati akan kami sampaikan dalam email kami selanjutnya. Mohon bersabar.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh